Peranan Perawat dalam Pemberian Obat
• Perawat bertanggung jawab dalam pemberian obat-obat yang aman, sehingga harus mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau diluar batas yang direkomendasikan.
• Secara hukum perawat bertanggung jawab jika mereka memberikan obat yang diresepkan dan dosisnya tidak benar atau obat tersebut merupakan kontraindikasi bagi status kesehatan klien.
• Sumber-sumber referensi Obat:
o Buku Daftar Obat Indonesia ( DOI )
o BukuPhysicians Desk Reference
o Ahli Farmasi
• Perawat bertanggung jawab terhadap setiap obat yang telah diberikan sekaligus efek obat yang diduga akan terjadi.
Enam Hal Benar dalam Pemberian Obat
 Klien yang Benar
 Obat yang Benar
 Dosis yang Benar
 Waktu yang Benar
 Rute yang benar
 Dokumentasi yang benar
Klien yang Benar
• Identitas pasien harus jelas dan bila pasien dalam keadaan sadar diminta untuk menyebut namanya sendiri dan gelang identifikasi bisa membantu bila pasien tidak respon, dan bila gelang identifikasi hilang setiap memberikan obat identitas pasien harus dipastikan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian obat.
Obat Yang Benar
• Obat harus diberikan sesuai dengan resep yang diberikan.
• Menurut peraturan permenkes RI resep adalah permintaan tertulis dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada Apoteker Pengelola Apotek untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita, sesuai perundang-undangan yang berlaku.
• Perintah melalui telepon untuk pengobatan harus ditanda tangani oleh dokter yang menelepon dalam waktu 24 jam.
• Komponen perintah pengobatan adalah : tanggal, nama obat, dosis obat, rute pemberian, frekwensi pemberian dan tanda tangan dokter yg meresepkan.
• Perawat bertanggung jawab mengikuti perintah yang tepat bila dirasa tidak tepat dan lengkap berhak mengklarifikasi dengan dokter ybs.
Dosis Yang Benar
• Dosis yang diberikan harus disesuaikan dan bila perlu dihitung secara akurat dengan mempertimbangkan : tersedianya obat dan dosis yang diresepkan dan dalam keadaan tertentu berat badan pasien harus dipertimbangkan.
• Dalam hal ini perawat punya dasar pengetahuan dalam perhitungan dosis.
Waktu Yang Benar
• Sesuai yang tertera dalam resep atau sesuai yang diperintahkan dokter.
• Bila dosis terbagi harus jelas dibaca perintah dalam bahasa resep seperti b.i.d ( dua kali sehari),tid(3xsehari), qid(4xsehari) sehingga kadar obat dalam plasma bisa dipertahankan.
• Pengaturan dosis ini diatur sesuai dengan T1/2 obat.
• Perhatikan bila obat diberikan sebelum makan atau sesudah makan hal ini berpengaruh pada optimalisasi penyerapan obat.
• Obat-obat yang mengiritasi lambung sebaiknya diberikan bersama dgn makanan.
• Perhatikan apakah pasien akan menjalani pemeriksaan diagnostik seperti endoskopi, tes darah puasa yg kontraindikasi thdp pemberian obat.
• Kadaluarsa obat harus diperhatikan.
Rute Yang Benar
• Rute yang benar perlu untuk absorbsi yang tepat dan memadai.
• Nilai kemampuan pasien untuk menjalani rute pemberian obat oral, misalnya : kemampuan menelan pasien.
• Teknik steril dibutuhkan dalam rute parenteral.
• Tetaplah bersama klien sampai obat oral telah ditelan.
Dokumentasi Yang Benar
• Dokumentasi obat diperlukan untuk mencatat informasi yang sesuai dengan obat yang telah diberikan, meliputi: nama obat, dosis, rute, waktu & tgl, inisial dan ttd perawat.
• Efek obat spt narkotik, analgesik non narkotik, sedativa, anti emetik serta efek samping GI dan kulit hrs dicatat.
• Pencatatan perlu untuk panduan bagi perawat lainnya yang menggantikan perawat sebelumnya.
Hak-hak Klien dalam Pemberian Obat
• Hak Klien mengetahui alasan pemberian obat
• Hak Klien untuk menolak pengobatan
Manajemen Keperawatan
Manajemen Keperawatan dalam pemberian
obat kepada pasien dari berbagai kelompok
Umur (anak, dewasa, ibu hamil dan menyusui
dan lansia).
Pasien Pediatrik
• Dosis pada pasien ini biasanya mempertimbangkan dosis berdasarkan berat badan dan luas permukaan tubuh.
• Secara farmakokinetik absorbsi setelah pemberian oral mungkin tidak sempurna atau mengalami perubahan karena gangguan pH lambung atau motilitas GI. Distribusi mengalamai perubahan karena berbedanya total air tubuh. Metabolisme dan eksresi diperlambat karena fungsi hati dan ginjal belum matang.
• Manajemen Keperawatan untuk pasien ini :
Rute pemberian diberikan berdasarkan tingkat keseriusan suatu penyakit.
Tingkat perkembangan dan kemampuan anak memahami situasi perlu diperhatikan, biasanya ketakutan terhadap pemberian obat suntik perlu diberi rasa nyaman dan kecemasan orang tua perlu diberi penyuluhan.
kalau bisa pemberian secara i.m dan s.c jangan dipilih untuk menghindari kemungkinan kerusakan saraf atau jaringan.
Pasien Geriatrik (Pasien >55-60 th)
• Secara farmakokinetik absorbsi obat diperlambat, distribusi obat : terjadi peningkatan kerja obat karena jumlah protein plasma menurun dan metabolisme hati dan eksresi ginjal menurun.
• Pertimbangannya dosis harus diturunkan, program pemberian harus sesederhana mungkin krn pasien biasanya mengkonsumsi byk jenis obat sehingga jadwal satu sama lain harus diperhatikan, kepatuhan pasien berkurang, kemapuan panca indera & motorik mulai berkurang dll.
Pasien Obstetrik dan Menyusui
• Pasien yang dalam kondisi hamil dan dalam program untuk hamil ( usia subur ) perlu memperhatikan obat-obat yang dikonsumsi agar tidak mengganggu hormon bahkan membahayakan janin, sedangkan pasien yang menyusui perlu diperhatikan obat-obat yang aman dikonsumsi agar tidak berpengaruh pada hormon tubuh bahkan anak yang sedang mendapatkan ASI.
• Pasien dewasa dengan fungsi organ normal tidak memerlukan perhatian yang khusus dalam dosis dan rute pemberian obat cukup memberikan sesuai dosis dan rute pemberian yang dianjurkan.
• Sedangkan pasien dewasa dengan fungsi hati & ginjal yang terganggu serta pasien dengan penyakit gagal jantung kongestif perlu dipertimbangkan dosis agar tidak memperparah fungsi organ tsb.